Entries for April, 2004

April 1st, 2004

Assalammu'alaikum wr.wb.

Hmm..barusan baca artikel ini di eramuslim..ada sesuatu yg membuatku bergetar..berkaca-kaca..

Dialah Wanita Pertama Dalam Hidupku

Taken from Eramuslim

eramuslim - Dua puluh satu tahun telah berlalu usia pernikahanku. Sedikit banyak, aku telah mendapatkan cahaya baru dari kilasan-kilasan cinta.

Suatu waktu aku akan keluar bersama seorang wanita, dan dia bukan istriku. Ide tersebut lahir dan disarankan oleh istriku ketika suatu hari ia melintas di hadapanku dan berkata, “Aku tahu bahwa abang sangat mencintainya.” Wanita yang istriku berharap aku dapat keluar bersamanya dan menyediakan waktu yang cukup untuk menemaninya adalah ‘bundaku’. Beliau telah menjalani masa sendiri selama sembilan belas tahun semejak ditinggal pergi oleh ayahku selamanya. Namun pekerjaan-pekerjaan di kantor, kehidupan harianku bersama tiga orang ‘pangeran-pangeran kecilku’ dan tanggungjawab-tangggungjawab lainn yang menyebabkan aku sangat jarang sekali menjenguknya.

Suatu hari aku menelepon dan mengundang beliau untuk ikut makam malam. Pertanyaan beliau menakjubkanku, “Apakah Asha baik-baik saja?” Maklum, menurutku beliau tidak biasa menanyakan ungkapan-ungkapan seperti itu kepadaku, terutama –mungkin- mengenai waktu aku menghubungi beliau di saat tengah malam.

Aku menjawab, “Ya, Asha baik-baik saja. Dan Asha ingin sekali menghabiskan waktu bersama bunda.” Beliau berkata, “Kita berdua saja?” Kemudian beliau terdiam sejenak, lalu menjawab, “Ibu sungguh sangat menyukainya”.

Pada hari sabtu sore, setelah kembali dari kantor, aku langsung mengendarai ‘Feroza Hijauku’ melintasi jalan menuju rumah kediaman beliau. Aku sedikit segan dan gugup saat tiba di halaman rumah beliau. Namun aku juga membaca kekwatiran di wajah beliau. Beliau sedang menungguku di samping pintu rumah, mengenakan pakaian panjang dengan jilbab biru cantik yang menutupi kepalanya. Aku kembali teringat pakaian itu adalah hadiah terakhir yang dibeli oleh ayahku sebelum beliau wafat.

Beliau tersenyum seperti malaikat dan berkata, “Bunda telah katakan kepada semua tetangga bahwa bunda akan keluar bersama anak bunda hari ini. Mereka semua begitu senang mendengarnya. Tetapi mereka tidak shabar menunggu cerita-cerita bunda bersama Asha yang akan bunda ceritakan kepada mereka setelah bunda kembali nanti.”

Kami pun berangkat menuju sebuah restoran Padang yang tidak terlalu megah. Interior khas Minangnya begitu anggun dan suasana di dalamnya sangat indah dan asri. Aku menggandeng beliau dengan erat dan mesra, seolah beliaulah ‘wanita pertama dalam hidupku”. Setelah kami mendapatkan tempat duduk, aku mulai membacakan daftar menu makanan dan minuman yang disediakan. Sebab beliau saat ini tidak lagi mampu untuk membaca kecuali susunan huruf-huruf yang besar saja. Di saat aku sedang membacakan susunan menu, beliau menatapku dan melayangkan selembar senyum menyejukkan. Sesaat kemudian sebaris kalimat terucap, “Bunda adalah orang yang telah membacakan sesuatu untuk Asha ketika Asha masih kecil dulu.”

Kemudian aku menjawabnya, “Tiba kini waktu yang tepat. Sesuatu yang menjadi hutang Asha terhadap apa yang bunda telah persembahkan untuk Asha.”

Kami mengobrol panjang lebar sambil menikmati makanan yang tersaji. Masing-masing kami tidak menemukan sesuatu yang asing dari kebiasaan kami saat ‘curhat’. Cerita-cerita masa lalu yang penuh kenangan juga kami selingi dengan cerita dan pengalaman baru. Tanpa terasa kami lupa waktu hingga akhirnya tiba waktu tengan malam. Selang beberapa saat aku segera mengantar beliau pulang.

Ketika kami sampai di rumah, beliau berkata, “Bunda setuju bila kita dapat keluar bersama sekali lagi, tetapi bunda yang akan mentraktir Ahsa. Deal?” Aku mengangguk ramah lalu mencium tangan beliau dan mengucapkan salam, “Salam wa rahmah alaiki, wahai bundaku!”

Setelah melewati beberapa hari, wanita yang telah menjadi ‘hati bagi anak-anaknya’ tersebut meninggal dunia. Kejadian itu berlalu sangat cepat dan aku belum dapat melakukan sesuatu pun untuknya. Setelah kejadian yang menyedihkan itu, aku mendapatkan sebuah ‘lembaran’ dari restoran Padang, tempat kami menikmati makan malam bersama beberapa waktu yang lalu. Termaktub padanya tulisan dengan huruf-huruf besar yang rapi, “BUNDA TELAH MEMBAYAR TRAKTIRAN BUNDA LEBIH AWAL. BUNDA TAHU BAHWA BUNDA AKAN PERGI. YANG PENTING, BUNDA TELAH MEMBAYAR UNTUK JATAH DUA ORANG, UNTUK ASHA DAN ISTRI ASHA.KARENA SESUNGGUHNYA ASHA TIDAK AKAN MAMPU MENTAKDIRKAN APA MAKNA MALAM ITU BERKAITAN DENGAN BUNDA. BUNDA MENCINTAI ASHA.”

Dalam satu kesempatan aku mulai memahami dan menghargai makna kalimat “Cinta” atau “Aku mencintaimu”. Apalah artinya di saat kita menjadikan arah lain yang akan merasakan cinta kita dan orang yang kita cintai. Tidak ada sesuatu yang lebih berarti daripada cinta dan kasih sayang kedua orang tua dan lebih khusus cinta seorang “bunda”. Aku akan mempersembahkan semesta waktu yang mereka berhak atasnya, dan dialah hak Allah sepenuhnya dan hak mereka. Perkara-perkara ini jangan sampai kuperlambat lagi.

Wassalammu'alaikum wr.wb.
Posted by lie_lye at 10:53 AM | 6 comments

April 8th, 2004

Permintaan Iblis dan Adam..

Assalammu'alaikum wr.wb.

Diriwiyatkan bahwa iblis berkata, "Ya Tuhanku, Engkau telah mengeluarkan aku dari surga untuk menjerumuskan Adam, dan aku tidak mampu untuk itu, kecuali aku minta keleluasaan-Mu."

Tuhan berfirman, "Engkau boleh mempengaruhi anak cucunya, karena kenabian menjaganya." "Tambahkanlah kepadaku," pintanya. "Dia tidak akan melahirkan anak, kecuali kamu juga melahirkannya sepertimu," tandas Allah. "Tambahkanlah." Firman-Nya, "Dada mereka tempat tinggalmu yg didalamnya mengalir aliran darah," "Tambahkanlah," "Tariklah mereka dengan ekor dan kakimu." Artinya, minta tolonglah kepada anggota-anggota pasukanmu-baik dengan berkendaraan maupun berjalan kaki. "Ikutlah bersama mereka dalam harta benda dan anak." Artinya, mengikuti dalam mencari dan membelanjakannya ke arah yg haram, dan memotivasi mendapatkan anak dengan jalan yg haram, menyesatkannya dengan membawa ke agama-agama yg batil, bergerak dalam keburukan, dan berbuat jahat. Berjanjilah kepada mereka dengan janji yg batil seperti mendapatkan syafaat Tuhan atas pemuliaan nenek moyang, menunda-nunda taubat dengan panjangnya angan-angan. Ini adalah ancaman Allah, "Lakukan sesuai dengan kehendakmu," (QS Fushshilat :40).

Adam berkata, "Ya Tuhanku Engkau telah memberi kekuasaan kepadanya atasku, maka aku tidak akan bisa mencegahnya kecuali atas izin-Mu. Allah berfirman, "Tidak akan lahir dari keturunanmu, kecuali Aku lindungi besertanya dengan malaikat." "Tambahlah." "Kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat tiap satu kebaikan," "Tambahlah." "Aku tidak akan menolak taubat mereka selama ruh-ruhnya masih di badan mereka." "Tambahlah." "Aku akan mengampuninya dan Aku tidak akan mengabaikannya." Adam berkata, "Telah cukup bagiku."

Iblis berkata, "Wahai Tuhanku, Engkau telah mengangkat dari anak-cucu Adam para Rasul, dan menurunkan kepada mereka kitab-kitab suci. Lalu siapa rasul-rasulku?" "Para tukang ramal." "Apa kitabku?" "Dendam." "Lalu apa haditsku?" "Dusta." "Lalu apa Quranku?" "Syair dan lagu." "Apa muadzinku?" "Seruling." "Apa masjidku?" "Pasar." "Apa rumahku?" "Kamar mandi." "Apa makananku?" "Makanan yg ketika dimakan tidak menyebut nama-Ku." "Lalu apa minumanku?" "Minuman yg memabukkan." "Lalu apa tempat berburuku?" "Kaum wanita."

Wassalammu'alaikum wr.wb.
Posted by lie_lye at 09:32 AM | Add a Comment

April 12th, 2004

Berselingkuh Hati..

Assalammu'alaikum wr.wb.

Taken from Noor (by : Siti Zainab Luxfiati)

Tak mudah menjaga kesucian hati. Meski telah menyatakan sebagai hamba Allah yang beriman dan mengerjakan kewajiban sebagaimana layaknya, seperti bersalat, puasa maupun haji. Menjaga hati dari penyelewengan, sungguh tidaklah mudah.
Berselingkuh hati umumnya memang lebih banyak terjadi pada mereka yang sering beraktivitas di luar rumah. Awalnya ada anggapan bahwa hanya kaum lelakilah yang mempunyai potensi untuk berselingkuh hati. Tetapi dalam perkembangannya, terlebih pada akhir-akhir ini, berselingkuh hati tampaknya bukan lagi monopoli kaum lelaki.

Tidak mungkin?
Jangan cepat-cepat mengatakan bahwa hal ini tak mungkin. Sebab meskipun peselingkuhan hati ini tidak ada yang mengetahui kecuali diri sendiri dan Tuhan, dari tingkah laku orang yang bersangkutan sebenarnya ada tidaknya perselingkuhan hati sudah bisa terlihat.

Pernah mendengar atau melihat seorang pegawai perempuan yang selalu ingin tampil cantik bila bekerja? Bukan tidak mungkin hal itu dilakukan karena ada seseorang yang dia kagumi (diam-diam) atau sebaliknya dia tahu bahwa (diam-diam) ada pengagum dirinya. Kasus lain adalah pegawai perempuan yang secara tak sadar tampak selalu mencari-cari kesempatan untuk bisa bertemu, berbicara, berhubungan lewat telepon atau berdiskusi dengan seorang pegawai lelaki. Ini adalah tanda-tanda umum yang mudah ditangkap bila ada perselingkuhan hati.

Jangan pula cepat-cepat menyatakan bahwa orang yang beriman tidak mungkin berbuat seperti itu. Meskipun tidak direncanakan, perselingkuhan hati ini bisa saja tiba-tiba terjadi karena adanya suasana tertentu yang memberi peluang. Contoh kasus yang sekarang ini cukup banyak adalah kasus yang terjadi di kegiatan ceramah pengajian.

Seorang kyai atau ustad yang hebat, berkharisma dan sabar, bisa jadi (secara diam-diam) menumbuhkan rasa kagum pada para muslimah jemaahnya. Coba saja dengar bagaimana suara para ibu-ibu ini bermanja-manja pada sang kyai atau ustad pujaan, bila mendapat kesempatan bertanya. Meskipun hanya di dalam hati, bisa jadi pertemuan yang berulang kali dapat menimbulkan rasa ketergantungan bahkan rasa kedekatan yang, subhanallah, tentu saja merupakan perbuatan yang tidak benar.

Ingin diperhatikan atau memberi perhatian secara khusus, ingin sering-sering bertemu atau menelpon untuk sekedar mengobrol, berdiskusi dan saling menasehati, ingin memberi hadiah berupa barang atau makanan kesukaan orang yang diperhatikannya, semuanya itu bisa menjadi tanda-tanda terpolusinya hati.

Rancu dengan persahabatan

Karena tak ada kata-kata cinta di sini, tak ada rayuan mesra, tak ada cumbuan, perselingkuhan hati ini sering rancu dengan sikap persahabatan yang tulus. Namun bagi pelakunya, sesungguhnya mereka bisa menilik hati sendiri, apakah ketergantungan emosionalnya terhadap seseorang itu telah membuat dirinya demikian terikat?

Kondisi “persahabatan” seperti itu bukan tidak mungkin akhirnya membuahkan kebahagiaan yang terbawa sampai ke rumah, dan bahkan ke dalam mimpi. Repotnya, biasanya si pelaku merasa bahwa hanya dirinya sendirilah yang tahu atau hanya diri sendiri dan si dialah yang tahu.

Padahal para suami di rumah, walaupun tampaknya tidak mengetahui, se-sungguhnya mereka akan merasakan adanya perubahan sikap dan keceriaan pasangannya. Perhatian yang berlebihan yang diberikan oleh si istri, yang biasanya dilakukan karena perasaan bersalah diam-diam telah menjalin persahabatan dengan lawan jenis yang bukan pasangannya, sedikit banyak akan menimbulkan pertanyaan di dalam hati suami yang bersangkutan.

Apalagi bila yang terjadi sebaliknya. Merasa telah menemukan orang yang lebih bisa dan enak diajak bicara di luar rumah, si istri justru berubah menjadi acuh tak acuh dan cenderung bersikap dingin terhadap pasangannya. Dalam kasus ini bukan tidak mungkin selain si suami mulai bertanya-tanya, keluarga terdekat pun biasanya akan merasakan adanya perubahan ini dan mulai menduga-duga penyebabnya.

Sarat kepura-puraan

Dalam analisis psikologi Barat, keadaan seperti ini astaghfirullah, justru seringkali dianggap menyehatkan. Kejemuan dalam kehidupan rumah tangga dan berkeluarga yang monoton, dianggap sah saja bila membuat seseorang menjalin persahabatan khusus dengan wanita atau pria lain. Bahkan ketika hubungan itu berlanjut menjadi perselingkuhan secara fisik pun mereka umumnya masih menganggap hal itu wajar. Sisi positifnya, menurut anggapan mereka, perselingkuhan hati maupun fisik ini bisa mendatangkan kebahagiaan baru dalam kehidupan berumah tangga mereka. Bisa membawa angin segar dalam hubungan seseorang dengan pasangannya.

Tentu saja bagi orang beriman tak demikian adanya. Apakah ketika seseorang secara diam-diam memendam rasa cinta atau sekedar kekaguman yang dalam kepada lawan jenis, sementara kepada pasangannya ia pun berlaku mesra seolah tak terjadi apa-apa, dan Allah tidak melihat tanda awal kemunafikannya?

Sesungguhnya bila ada perselingkuhan hati dalam sebuah keluarga, maka keharmonisan rumah tangga sulit dipertahankan. Sebab di sana-sini penuh diwarnai kepura-puraan. Lalu bagaimana dampaknya keadaan ini pada anak-anak? Bagaimanapun masalah anak tak pernah bisa lepas dari masalah yang terjadi dalam hubungan suami-istri.

Hasil pendidikan anak biasanya berbanding lurus dengan praktek kehidupan sehari-hari orang tuanya dan terutama keterikatan orang tua kepada Tuhan. Semakin dalam dan tulus hubungan orang tua kepada Allah, semakin mereka akan memiliki anak-anak yang mudah diajak berbicara dari hati ke hati. Dan semakin mudah pula anak-anak untuk dididik. Sebaliknya, semakin banyak kepura-puraan, semakin tertutup komunikasi antar anggota keluarga, khususnya antara anak dengan orang tuanya. Sehingga bila kemudian timbul masalah, seringkali timbul kesulitan untuk menyelesaikan masalah itu.

Jadi tak sederhana bukan masalah selingkuh hati itu? Karena ini menyangkut kesucian sebuah kehidupan perkawinan. Ikatan perkawinan yang dapat bertahan dengan landasan kesucian, akan berjalan apa adanya dan dapat menghasilkan keturunan yang baik dan suci. Sebab memang demikianlah jaminan Allah, kesungguhan dan kesucian dalam mengabdi kepada-Nya akan membuahkan hasil yang suci pula.

Cantik itu ujian

Lalu bagaimana cara menjaga hati agar tak mudah berselingkuh? Cukup sulit. Karena tanpa sadar manusia, terlebih para perempuan, cenderung senang dikagumi dan diperhatikan. Apalagi bila yang memperhatikan lawan jenisnya.

Perempuan yang cantik, cerdas dan berkepribadian menarik, umumnya rentan terhadap kemungkinan melakukan perselingkuhan hati. Sebab segala kelebihannya itu justru ujian berat baginya. Kata-kata pujian yang bersambut dengan lontaran humor yang menggelitik, bukan tidak mungkin bisa menggoda iman mereka. Apalagi bila pujian ini sudah menjadi kebutuhannya, maka perselingkuhan hatipun tidak bisa dibendung lagi. Lebih berbahaya lagi bila orang yang memuji kemudian menyadari adanya kebutuhan ini, sehingga selain perselingkuhan hati mendapat sambutan, perselingkuhan fisik pun bisa tak terelakkan.

Kembali ke masalah ibu-ibu pengajian dan kyai atau ustad idola yang disinggung di atas. Meskipun bungkusnya begitu mulia, ingin mendiskusikan masalah-masalah agama, komunikasi yang intens perlu diwaspadai. Paling tidak manakala keinginan berkomunikasi dengan lawan jenis yang non-muhrim itu sudah menjadi kebutuhan plus kerinduan. Segera hentikan dan bertobatlah. Jangan biarkan kondisi yang pasti menghanyutkan ini, menjadi penyesalan seumur hidup.

Cobalah untuk melakukan kontrol terhadap sepak terjang pribadi. Ini adalah upaya yang paling jitu untuk mencegah diri terlena dan tergelincir ke dalam perselingkuhan hati. Karena memang hanya diri sendirilah yang merasakan ada - tidaknya kondisi seperti itu. Perselingkuhan hati memang bisa dianggap sepele, tapi jangan lupa bahwa perselingkuhan hati ini juga merupakan bentuk perselingkuhan kita terhadap hukum-hukum Allah. Siapkah kita untuk dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah, natinya?

Wassalammu'alaikum wr.wb.
Posted by lie_lye at 02:43 PM | 3 comments

April 14th, 2004

oh mahasiswaku..

Assalammu'alaikum wr.wb.

Hmm..hampir 2 minggu nih aku ngawas ujian. Sebenarnya aku mengawas ato diawasi sih?? Kayaknya rasa jengkelku udah nyaris meluap-luap..HHHH..berusaha untuk sabar *bener ga ya sabar disini?*

Ada perasaan bersalah, kalo aku tidak menegur..yah..akhirnya aku 'terpaksa' memilih moment kapan saatnya aku bener2 harus menegur mereka dan kapan aku hanya diam *pura-pura tak peduli*. Selama masih kuanggap 'wajar' terpaksa kubiarin aja..Kayaknya aku salah ya..Entahlah..aku juga bingung..aku butuh dukungan dari pengawas laen..tapi...??? Hiks.. apalagi kalo ngawasin mahasiswa2 yg rada2 ....ngedeketin mereka aja, aku dah serem duluan..

Jujur aja, biar pun statusku udah jadi dosen mereka *so what gitu lho, Ly :p* rasa canggung itu tetap ada..mungkin krn aku masih/nyaris seumuran dg beberapa dari mereka, aku masih orang baru, mereka lebih 'senior' di kampus ini, dan berjuta alasan laennya..

Pengen deh ngobrol ama mereka..terus mo bilang, betapa beruntungnya kalian, bisa kuliah, diberi kesempatan mengumpulkan 'bekal' utk kehidupan yg lebih baek, punya orang tua yg sanggup membiayai kuliah...tapi mengapa kesempatan itu disia-siakan..

Sementara..tadi di atas bis, ketika aku pulang, seorang pengamen 'bercerita' tentang keinginannya untuk kuliah, bahkan org tua di kampung telah menjual sawah, tapi sesampai di kota, ternyata uang hasil penjualan sepetak sawah itu tidak cukup!!! biaya kuliah begitu mahal..Terbayang olehnya, wajah org tuanya yg melepas dirinya penuh harapan.. harus kandas karena keterbatasan biaya.. semoga dengan mengamen ini, dia mampu membangun kembali puing-puing harapan orang tuanya...Amiiin..

Wassalammu'alaikum wr.wb.
Posted by lie_lye at 10:12 PM | 4 comments

April 15th, 2004

Rekreasi..

Assalammu'alaikum wr.wb.

Sabtu ini kampusku mo rekreasi..awalnya mo ke anyer..terus karena beberapa alasan, pindah ke Water Boom Cikarang..terus karena suatu alasan lagi, akhirnya diputusin ke Taman Safari. Tau deh apa besok mo berubah lagi rencananya..Bagiku sama aja..sama2 belom pernah kesana..*ngapain aja selama ini, Ly :p *

Cuman ada sedikit masalah nih..karena ini acaranya berformat keluarga..jadi kudu bawa anggota keluarga..ya istri/suami, anak-anak, or org tua..Lhaa..saya gimana dong??? Mo bawa anak? Anak siapa? Anak kucing? Hihi..*I really love cat!!!* Awalnya gak boleh sih bawa temen..cuman akhirnya aku dapat 'dispensasi'..boleh bawa 2 temen..ya udah anak2 kontrakan kuajakin..Huaaa..ternyata mereka pada gak bisa..udah punya kegiatan masing2..

Sebenernya rada males juga ikutan pergi *kebiasaanku nih..paling males ikutan suatu kegiatan*, tapi kayaknya gak enak juga..cuman kalo aku gak bawa temen..ntar saya ngapain? Jalan ama gorilla disana? Harapanku tersisa pada ririn..Mau ya, Rin..plisss.. *eh ni anak baca ga ya?* Btw, Rin dikau kemana aja? Gak pernah OL, sms gak dibalas, apa masih sibuk ama tagihan air? Ngomong soal tagihan, barusan tagihan matrix dah datang lagi nih..bayar bayar bayar..

Wassalammu'alaikum wr.wb.
Posted by lie_lye at 10:19 PM | 2 comments

April 23rd, 2004

Assalammu'alaikum wr.wb.

Whuaah..baru bangun tidur..dari magrib ketiduran, padahal niatnya mo bikin slide kuliah nih Hikss..udah jam 3 pagi..hmm, bikin sebisanya..Dah lama nih gak begadang sampe subuh :p .. sip, selesai juga, meski gak sesuai target (makanya jangan nunda2 pekerjaan dong, Ly!!!) Sekarang udah hampir 1/2 6, blom mandi, kudu berangkat kerja..Whuaaa..masih ngantuk! Trus ngapain ngisi blog dulu, ya? Hhehe..pengen aja, udah lama nih gak ngisi :p C ya..

Wassalammu'alaikum wr.wb.
Posted by lie_lye at 05:07 AM | 2 comments